Republik Federasi Jerman merupakan negara industri yang terletak di tengah benua Eropa dan berpenduduk sekitar 80 juta jiwa yang tersebar di 16 Negara Bagian. Ibukotanya adalah Bonn, tetapi kota terbesarnya adalah Frankfurt. Bahasa resminya yaitu Bahasa Jerman yang juga merupakan bahasa yang paling banyak dipergunakan di Eropa. Jerman merupakan anggota dari European Union sehingga menggunakan EURO sebagai mata uangnya.

Setiap Propinsi di Jerman mempunyai otonomi sendiri dalam bidang pendidikan, dimana setiap Propinsi menerapkan aturannya sendiri sehingga aturan di tiap universitaspun juga berlainan.

Kuliah di Jerman telah populer diantara para siswa Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu dan telah banyak para alumni Jerman yang berhasil dalam karir diberbagai bidang baik swasta maupun pemerintah. Diantaranya adalah mantan Presiden R.I. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie.

Jerman terkenal akan kemajuannya dalam bidang teknologi, terutama teknologi mesin dan otomotif. Beberapa merk otomotif yang sangat terkenal di Indonesia seperti Mercedez Benz, BMW dan VW adalah buatan Jerman.

KULIAH DI JERMAN

Di Jerman terdapat lebih dari 350 Lembaga Pendidikan Tinggi di 165 kota. Lembagalembaga tersebut mayoritas berstatus negeri alias milik pemerintah, dengan biaya kuliah yang sangat terjangkau, bahkan boleh dikatakan hampir gratis, dengan adanya anggaran biaya dari Pemerintah Federal serta bantuan dari beberapa organisasi yang memberikan beasiswa. Universitas-universitas swasta yang jumlahnya sekitar 80, mengenakan biaya yang lebih tinggi.

Dengan demikian pada dasarnya siswa yang sekolah di Universitas Negeri di Jerman hanya perlu menyediakan biaya akomodasi, makan, asuransi kesehatan, iuran universitas, transportasi dan keperluan pribadi atau uang saku yang keseluruhannya tidak lebih dari Eur.1.000 setiap bulan.

Beberapa jenis institusi pendidikan tinggi di Jerman adalah:
• Universitas (Universitat & Technische Universitat)
• Fachhochschule atau Sekolah Tinggi Ilmu Terapan
• Sekolah Tinggi Musik , Film dan Seni
• Sekolah Tinggi Theologi
• Teacher Training College atau semacam IKIP di Indonesia

Gelar yang diberikan di Universitasuniversitas Jerman disebut DIPLOM yang umumnya berlangsung selama 10 semester atau sekitar 5 tahun. Dengan adanya Bologna Process, Universitas-universitas Jerman mengalami perombakan sistim besar-besaran, dan sejak saat itu gelar yang diberikan menjadi Bachelor, Master dan Doktoral menggantikan Diploma dan Magister Artium.

Permulaan tahun ajaran baru di Jerman adalah bulan September/ Oktober untuk Winter Semester, tetapi banyak program yang dimulai juga pada bulan Maret/April (Summer Semester).

PROGRAM INTERNASIONAL

Sesuai dengan kebutuhan serta internasionalisasi saat ini telah banyak Universitas di Jerman yang menyelenggarakan program internasional dengan sistim perkuliahan dan gelar yang lebih dikenal secara International seperti Bachelor, Master dan Doktoral, serta menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa asing lainnya sebagai bahasa pengantar.

ALASAN MEMILIH JERMAN

Saat ini terdapat kurang lebih 150.000 mahasiswa asing dari berbagai bangsa di dunia belajar di Jerman, suatu jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan jumlah penduduk Jerman. Beberapa alasan memilih Jerman sebagai negara tujuan studi adalah:

• Biaya kuliah yang relative murah dibandingkan negara-negara maju lainnya.
• Pilihan bidang studi yang sangat ekstensif dan bervariasi.
• Sangat maju dalam riset dan teknologi
• Kesinambungan antara teori yang dipelajari dan dunia kerja (praktek)
• Kesempatan kuliah sambil bekerja selama masa liburan.

PERSYARATAN MASUK UNIVERSITAS JERMAN

Memenuhi persyaratan Bahasa Jerman untuk Universitas Jerman atau Bahasa Inggris untuk program Internasional yang berbahasa Inggris.

Lulus High School yang setara SMA Jerman dengan nilai baik, sesuai yang disyaratkan oleh masing-masing universitas.

Untuk bisa diterima di Universitas Jerman harus mengikuti TestAS (Test für Ausländische Studierende) yang merupakan test masuk standard bagi mahasiswa asing, semakin baik nilainya semakin besar kesempatan untuk diterima.

Mempunyai biaya yang cukup untuk biaya hidup dan biaya-biaya lainnya.

JENJANG PENDIDIKAN DI JERMAN

BAHASA JERMAN

Untuk dapat mengikuti kuliah di Universitas Jerman Anda dituntut untuk menguasai Bahasa Jerman dengan baik, kecuali apabila Anda memilih program Internasional. Test bahasa Jerman yang lazim dipakai adalah “TestDaF” (Test Deutsch als Fremdsprache), yaitu semacam TOEFL dalam bahasa Inggris, dan “DSH” (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang), merupakan test bahasa Jerman yang diadakan oleh masingmasing universitas.

Ada juga kemahiran bahasa yang ditentukan oleh Common European Framework of Reference (CEFR), dimana terdapat 6 tingkat kemahiran, yaitu A1, A2, B1, B2, C1 dan C2. Untuk masuk ke Universitas di Jerman harus minimal 40 mempunyai tingkat “B1”. Bagi siswa yang belum mahir berbahasa Jerman dapat pula mengikuti kursus bahasa langsung di Jerman sebelum memulai program studinya. Dengan demikian siswa akan lebih mudah beradaptasi sekaligus memperlancar bahasa Jermannya. Terdapat banyak lembaga Bahasa yang menyelenggarakan kursus intensive dengan biaya sekitar Eur.1.000-1.500 perbulan.

BIAYA KULIAH DI JERMAN

Untuk memperkirakan anggaran biaya pertahun untuk kuliah di Jerman, perlu diperhitungkan biaya-biaya diluar biaya kuliah yang cukup tinggi.

Biaya Semester

Biaya Kuliah

Asuransi Kesehatan

Buku-buku &  Material

E ur. 1.000 – 1.500

0 – 1 .000

6 00 – 1.000

5 00 – 1000

BIAYA HIDUP

Selain biaya kuliah dan segala perlengkapannya, siswa juga harus menyediakan biaya hidup yang mencakup biaya akomodasi, makan, transport dan uang saku. Biaya-biaya tersebut diperkirakan Eur. 700 – 1.000 perbulan, tergantung dari kota yang dipilih serta gaya hidup masing-masing siswa.